Inspirasi zaenal

Jumat, 09 Agustus 2019

Perbedaan antara grub dan shortcut

Assalamualaikum

  Sebelumnya perkenalkan nama Saya Zaenal Arifin, saya duduk di bangku kelas 11, Saya bersekolah di SMK informatika Terpadu Bandung, di sekolah saya mengambil jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Disini saya mencoba untuk berbagi ilmu seputar TKJ


Perbedaan antara grub dan shortcut


 Grub adalah singkatan dari Grand Unified Boot Loader yang merupakan bootloader yang sering digunakan pada sistem operasi linux. GRUBmengijinkan pengguna linux untuk memiliki lebih dari satu OS yang berbeda didalam komputer danGRUB juga memperbolehkan pengguna untuk memilih OS manakah yang ingin djalankan 
 Shortcut adalah kombinasi dari beberapa tombol yang bila ditekan secara bersamaan mampu bereaksi melakukan perintah yang kita inginkan, atau lebih jelasnya shortcut itu tombol cepat untuk melakukan suatu perintah pada komputer

Baca juga :

  • Perbedaan akun biasa dan super akun 
  • Langkah - Langkah Instalasi Debian 10
  • Cara Konfigurasi IP di Debian 10

Semoga bermanfaat untuk semua😊
Jika ada kesalahan mohon di koreksi di komentar

Wassalamualaikum



di Agustus 09, 2019 1 komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Perbedaan antara akun super dan biasa (Pribadi dan organisasi)

Perbedaan antara akun super dan biasa
(Pribadi dan organisasi) 

  • Akun Google (pribadi):
    • Memberikan akses ke semua produk dan layanan Google, seperti Gmail, Blogger, Orkut, and Riwayat Web.
    • Dapat dibuat dengan alamat email apa pun, seperti alamat email yang Anda miliki dalam organisasi, atau alamat webmail apa pun (@yahoo.com, @hotmail.com, etc.).
    • Mendaftar masuk untuk Gmail secara otomatis membuat Akun Google dengan alamat @gmail.com.
  • Akun Google Apps (organisasi):
    • Diterbitkan oleh dan digunakan dengan organisasi @my-domain.com Anda.
    • Memberikan akses hanya ke Gmail, Kalender, Documents, Situs, Grup, dan Video.
    • Semoga bermanfaat
di Agustus 09, 2019 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Cara Konfigurasi IP di Debian 10



Cara konfigurasi ip di Debian 10
1.    Klik tombol Start lalu pilih Control Panel





2.    Kemudian pilih Network And Internet Connection



3.    Dan klik Network Connections




4.    Pada Local Area Connection klik kanan lalu pilih properties



5.    Dan kemudian kllik 2 kali pada internet protocol atau TCP/IP



6.    Lalu atur IP dengan,

IP=10.20.30.25
Subnet Mask=255.255.255.224
Default Gateway=10.20.30.1
DNS Server=192.168.1.254
Alternet DNS Server= 202.134.0.15




7.    Setelah IP diatur kemudian klik ok.

8.    Setelah IP diatur kemudian langkah selanjutnya adalah menguji IP yang kita gunakan tadi, untuk mengetahui IP terhubung ke IP lain, dengan menggunaan CMD di windows


9.    Untuk ke CMD di windows adalah, klik Start>All Programs>Accessories>dan Pilih Command Promt


10.    Kemudian untuk menguji connection dengan IP lain
caranya, ketikkan pada CMD,
Ping 10.20.30.27 –t
maka akan muncul gambar seperti berikut,,



11.    Setelah mendapat balasan “Reply. . .” berarti IP anda terhubung dengan IP 26


12.    Dan berhasillah kita megkonfigurasi IP di Windows XP :)

Semoga bermanfaat 😊









DEBIAN 10
KUNJUNGI PROFIL



Arsip

Laporkan Penyalahgunaan



di Agustus 09, 2019 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Langkah langkah instalasi Debian 10


Langkah-langkah instalasi Debian:

1.     Klik tombol New pada Virtual Box. (Kiri Atas). Kemudian isikan Nama mesin virtual yang akan anda buat, kemudian isikan tipe OS yang akan diinstall, kemudian isikan versi OS yang akan diinstall, kemudian klik Next. lebih lengkapnya lihat pada gambar dibawah.


2.     Selanjutnya Akan muncul jendela untuk mengatur memory / RAM yang akan digunakan didalam Mesin Virtual, di sini saya akan menuliskan 512MB,kemudian klik NEXT


3.     Selanjutnya muncul Jendela baru, pilih “CREATE A VIRTUAL HARD DRIVE NOW”.kemudian klik Create.


4.     Pilih VDI (VirtualBox Disk Image),kemudian Klik NEXT.



5.     Pilih Dynamically allocated. Klik NEXT.


6.     Klik create


7.     Klik storage pada instalan debian anda.kemudian klik empty lalu klik gambar kaset yang ada disebelah kanan



8.     Masukkan File installer (debian).iso


9.     Klik network dan pastikan jaringannya adalah NAT. Kemudian klik OK


10.  Virtual telah siap untuk dijalankan. Klik START.


11.  Disini saya akan menggunakan cara penginstallan Manual, Jadi Saya pilih INSTALL


12.  Pilih Bahasa yang akan digunakan. Kemudian Tekan ENTER.


13.  Silahkan anda pilih lokasi yang diingikan, Lalu Tekan ENTER


14.  Silahkan pilih negara yang ingin di konfigurasikan ,lalu tekan ENTER


15.  Silahkan anda pilih bahasa yang digunakan untuk keyboard anda,lalu tekan ENTER


16.  Tunggu beberapa saat


17.  Untuk alama server DNS saya kosongi, Kemudian Enter Continue.


18.  Masukkan Nama Host, Saya Isikan default, yaitu debian. Kemudian pilih Continue.


19.  Masukkan Nama Domain, disini saya juga akan mengisi seperti sebelumnya yaitu debian.Tekan enter untuk Continue.


20.  Silahkan anda masukkan Kata Sandi Root. Kemudian tekan Enter untuk Continue.


21.  Anda diminta memasukkan kembali kata sandi untuk verifikasi, Kemudian tekan Enter untuk Continue.


22.  Masukkan nama lengkap anda, kemudian tekan Enter unutk continue.


23.  Masukkan nama untuk akun anda, kemudian tekan Enter untuk Continue.


24.  Masukkan Kata Sandi Untuk Pengguna Baru. Kemudian tekan Enter untuk Continue.


25.  Masukkan Kembali Kata Sandi Untuk Verifikasi. Kemudian tekan Enter untuk Continue.


26.  Pilih Zona Waktu anda, Kemudian tekan ENTER.


27.  Untuk Metode Pemartisian Harddisk Saya Menggunakan Metode Manual. Kemudian tekan ENTER.


28.  Pilih “SCS13” kemudian tekan ENTER.


29.  Pilih YES kemudian tekan ENTER.


30.  Pilih pri/log kemudian tekan ENTER.


31.  Pilih “Create a new partition” kemudian tekan ENTER.


32.  Tekan ENTER lagi untuk Continue.


33.  Pilih “Beginning/Primary” kemudian tekan ENTER.


34.  Pilih “Done setting up the participation” kemudian tekan ENTER


35.  Pilih “Finish Partitioning” kemudian tekan ENTER.


36.  Pilih NO kemudian tekan ENTER.


37.  Pilih YES kemudian tekan ENTER


38.  Pilih NO Kemudian tekan ENTER.


39.  Pilih NO. Kemudian tekan ENTER.


40.  Pilih NO Kemudian tekan ENTER.


41.  Pilih Perangkat lunak yang ingin and install, Kemudian tekan TAB dan tekan ENTER untuk melanjutkan.


42.  Pilih YES Kemudian tekan ENTER.


43.  Setelah selesai installasi tekan ENTER untuk Lanjutkan.


44.  Pilih “Debian” yang paling atas kemudian tekan ENTER.


45.  Sistem akan Booting ulang dan Installasi telah selesai.


46.  Silahkan anda pilih akun yang telah dibuat.


47.  Masukkan password yang telah anda buat.


48.  Seperti Inilah Tampilan Debian setelah Selesai.


di Agustus 09, 2019 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Perbedaan antara grub dan shortcut

Assalamualaikum   Sebelumnya perkenalkan nama Saya Zaenal Arifin, saya duduk di bangku kelas 11, Saya bersekolah di SMK informatika Terpa...

Cari Blog Ini

  • Beranda

Mengenai Saya

ZaenalArifin
Lihat profil lengkapku

Laporkan Penyalahgunaan

Arsip Blog

  • Agustus 2019 (4)
Tema Perjalanan. Diberdayakan oleh Blogger.